Minggu, 01 September 2013

KAMI bukan aku atau kamu :)

Foto ini dari sini

          Sahabat itu bagaikan sebuah buku. Di saat dunia kita sepi, sebuah buku bisa mengubah dunia kita itu menjadi ramai. Kalau di novel, dibuat ramai oleh tokoh-tokoh dan latarnya. Kalau di kehidupan nyatanya, kita akan dibuat ramai oleh sikapnya, tingkah lakunya, dan semua yang ada didiri seseorang yang kita sebut sahabat.
          Setiap orang pasti punya berbagai macam definisi tentang “sahabat”, sahabat yang ini lah, sahabat yang kaya gitu lah, dan sahabat yang kayak macam-macam. Semua itu nggak salah, semua itu benar bagi mereka masing-masing.
          Mungkin definisi yang paling sering mencuat adalah “sahabat adalah seseorang yang ada dikala aku sedih dan dikala aku bahagia,” hhmmm... menurut gue kurang dikit deh.
          Kalau kayak gini gimana?  “sahabat itu dia yang ada dikala KAMI merasakan sedih dan KAMI merasakan bahagia bersama-sama” kalau cuma dibilang “dikala aku sedih dan bahagia” dikala dia sedih dan bahagia apakah kita terdefinisi ada? Makannya sahabat itu ya KAMI, bukan aku, dan juga bukan dia.
          KAMI yang jalan bersama.
          KAMI yang bersama-sama mewarnai kanvas kahidupan kami yang semulanya polos menjadi penuh warna dan menjadi lukisan yang sangat mengesankan.
          KAMI yang mengetahui masing-masing kekuarangan dan kelebihan masing-masing dan saling melengkapi.

          Dengan kata KAMI sahabat yang terpisah jarak dan waktupun akan tetap bersama-sama mewarnai lembaran-lembaran kain kanvas kehidupan yang lainnya. BERSAMA-SAMA. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar